dari www.Suwur.com >> Dapatkan diskon langsung 10% untuk produk yang ready stok (klik disini), dan tambahan diskon 5% untuk reseller. (penawaran terbatas-)

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Teori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori. Tampilkan semua postingan

Mulur dan Elastisitas serta tekstil

Elastisitas adalah kemampuan serat untuk kembali kebentuk semula setelah mengalami tarikan. Mulur adalah pertambahan panjang setelah mengalami tarikan. Serat tekstil biasanya memiliki elastisitas dan mulur saat putus minimal 10 %. Kain yang dibuat dari serat yang memiliki elastisitas baik biasanya stabilitas dimensinya baik dan tahan kusut. Serat buatan dapat diatur derajat mulur dan elastisitasnya sewaktu pembuatan serat.

Tabel  Mulur Saat Putus Serat-Serat Tekstil

Serat
Mulur %
Kapas
Flex
Wol
Sutera
Rayon
Asetat
Nylon
Dacron
Gelas
Orlon
Acrilan
6,7
2
25 – 35
20
9 – 12
25
16 – 28
25 – 36
2
20 – 28
35

Kekuatan Serat tekstil



Kekuatan serat didefinisikan sebagai kemampuan serat menahan suatu tarikan/regangan. Kekuatan serat menrupakan faktor yang menunjang langsung kekuatan produksi akhir, baik berbentuk benang maupun dalam bentuk kain. jika sifat lainnya tetap maka makin kuat serat makin kuat benangnya/ kainnya. Serat yang kuat akan lebiih kaku, oleh karena itu kain yang mepunyai rabaan yang lembut disarankan untuk mengunakan serat yang kekuatannya sedang.
Pada umumnya dalam keadaan basah kekuatannya menjadi turun, tetapi serat sellulosa dalam keadaan basah kekuatannya naik.

Tabel Kekuatan Serat dalam Satuan Gram/Denier
Jenis Serat
Keadaan
Kering
Basah
Rami
Flex
Wol
Rayon
Asetat
Nylon
Dacron
Gelas
Orlon
Acrilan
3,8
6,7
6,6
1,3
4,5
1,7 – 5,0
1,1 – 1,5
8,8 – 4,3
7,5 – 4,5
6,4
2,5
2,7 – 2,0
4,8
8,7
8,4
0,8
3,9
1,0
0,8
7,4 –3,6
7,5 – 4,5
5,8
2,5
2,0


Disalin dari Buku Sekolah

Mencuci/Nggirah/ Ngetel (Persiapan Membuat Batik)

Biasanya mori batik diperdagangkan dengan diberi kanji secara berlebihan, agar kain tampak tebal dan berat. Karena kanji dalam proses pemberian warna bersifat menghalangi penyerapan, maka perlu dihilangkan kemudian diganti dengan kanji ringan. Cara menghilangkan kanji tersebut, kain direndam dalam larutan enzim atau direndan satu malam, kemudian dikeprok/dicuci kemudian dibilas dengan air bersih. Bila kain tersebut akan dibuat batik halus (kualitas prima atau primisima), maka mori itu tidak cukup hanya dicuci saja, tetapi di “kloyor” atau di “ketel”.
Pekerjaan ngetel mori tidak hanya menghilangkan kanji saja, melainkan kain mempunyai daya penyerapan lebih tinggi dan supel, tetapi terjadi penurunan kekuatan kain walaupun sedikit. Proses ini menyerupai proses merserisasi.
Pada pembatikan sekarang, kain sudah siap untuk dibatik karena kain dipasaran kanji yang diberikan pada kain merupakan kanji ringan dan kain telah mengalami proses merser.
Yang dipakai untuk ngetel pada dasarnya adalah campuran minyak nabati (minyak kacang, minyak klenteng, minyak kelapa) dan bahan–bahan pelarut lain seperti soda abu, soda  kostik, soda kue. Kain dikerjakan berulang–ulang dengan larutan tersebut dimana setiap pengerjaan ulang kain dikeringkan/dijemur.


Pekerjaan ngetel mori batik ada beberapa cara meliputi :

1. Ngetel dengan campuran minyak kacang dan soda kostik.
Larutan ini dipakai untuk ngetel mori kasar atau blacu. Untuk kain mori dengan panjang 15 yard (untuk 5 potong kain batik) disediakan larutan ngetel dengan resep sebagai berikut :
70 g soda kostik (NaOH) dilarutkan dalam 10 L air
300 cc minyak kacang

Cara mengerjakannya, hari pertama kain dibasahi dengan 2 liter air, kemudian diberi 2 liter larutan soda kostik dan 300 minyak kacang, kemudian dikerjakan dalam larutan tersebut selama beberapa waktu kemudian kain digulung atau dilipat dan disimpan dalam bak selama 12 jam. Setelah selesai kain dijemur sampai kering kemudian dimasukan kembali dalam bak pengetel, diberi 1½ liter larutan soda kostik, dilipat, disimpan dalam bak pengetel selama 12 jam, dikeringkan. Pekerjaan tersebut diulang sampai 5 kali. Pekerjaan terakhir dilakukan pencucian sampai bersih kemudian dikeringkan.

2. Mengetel dengan minyak kacang
Pengetelan ini untuk mengerjakan kain yang halus, untuk 1 gulung kain mori (17 yard) disediakan bahan – bahan berikut :
300 g minyak kacang
20 l larutan merang

Cara mengerjakannya, kain dibuka, dimasukkan dalam bak pengetel (bak bundar atau wajan), dibasahi dengan air, diberi 300 cc minyak kacang dan 2 liter air abu merang, direndam, kemudian disimpan basah selama 12 jam dalam keadaan dilipat, kemudian dikeringkan. Pekerjaan seperti ini diulangi sampai 9 kali. Pada hari terakhir kain dicuci bersih dan dikeringkan.

3. Mengetel dengan minyak kacang dan soda abu
Pekerjaan ini dilakukan untuk mengetel mori kualitas sedang dan halus.
Untuk satu potong kain ukuran 3 yard diperlukan :
70 g Minyak kacang
45 g Soda abu

Kain dikerjakan dalam larutan bak ketelan dalam larutan yang mengandung 75 cc minyak kacang dicampur dengan ½ liter larutan soda abu, campuran ini dituangkan dalam bak ketelan, kain direndam beberapa saat kemudian dikeringkan.
Setelah kering kain diberi 0,5 liter larutan soda abu direndam, dikeringkan lagi, diulangi sampai 6 kali atau lebih. Cara ini tidak memakai penyimpanan basah. Pada pengerjaan terakhir kain kemudian dicuci dan dikeringkan.

Pekerjaan ketelan tersebut masih banyak cara–cara dan variasinya, tiap daerah pembatikan mempunyai cara dan pengalaman sendiri-sendiri.
Beberapa cara diatas merupakan contoh. Pada era sekarang ini pengerjaan mengetel sudah tidak dikerjakan lagi mengingat lama dan kurang efesien. Sebagai gantinya kain direndam dalam larutan penghilang kanji seperti enzim dan sebagainya.

Persiapan Membuat Batik (PEMBATIKAN)


Persiapan kain mori untuk pembuatan batik terdiri atas berbagai macam pekerjaan, sehingga menjadi kain yang siap untuk dibatik. Pekerjaan tersebut meliputi :

- Memotong kain

Kain batik atau mori yang masih berbentuk gulungan dipotong–potong dengan ukuran sesuai panjang kain batik yang akan dibuat. Untuk membuat kain panjang untuk wanita (tapih) kain dipotong dengan ukuran 2,75 yard. Demikian pula untuk mori prima, tiap gulungan mempunyai ukuran panjang 48 yard (43 m) dan lebar ± 105 cm, biasanya dipotong menjadi 19 (ukuran batik normal) atau menjadi 20 (ukuran batik sedang). Ukuran yang lain digunakan sebagai batik selendang, ikat kepala, sarung, hiasan dinding dan sebagainya. Selesai dipotong-potong, setiap ujung kain diberi lipatan kecil dan dijahit (diplipit), dengan maksud, agar benang–benang yang paling tepi tidak lepas (berjerabai).


- Nggirah (mencuci) atau ngetel
- Nganji (menganji)
- Ngemplong (seterika, kalander)


Desain Baju dan Tipe Target Fashion


 

Setiap produk Setiap Desain baju memiliki tipe fashion masing-masing, berikut ini jenis desain baju dan tipe fashion yang bisa kami rangkum.


Desain baju yang beredar dipasaran dunia meliputi :
1. Baju Casual Wanita 
2. Baju Pesta Wanita
3. Baju Casual Pria
4. Baju Pesta Pria 
5. Baju Anak
6. Baju Remaja
7. Baju Luaran (Jaket/Coat/Bolero)
8. Baju Olahraga

Sedangkan beberapa desain baju diatas sangat pas untuk tipe fashion atau tipe target pasar seperti berikut ini :
1. Baju Casual Wanita : Haute couture, ready-to-wear, mass market
2. Baju Pesta Wanita : Haute couture, ready-to-wear, mass market
3. Baju Casual Pria : Tailoring, ready-to-wear, mass market
4. Baju Pesta Pria : Tailoring, ready-to-wear, mass market
5. Baju Anak : Ready-to-wear, mass market
6. Baju Remaja : Ready-to-wear, mass market
7. Baju Luaran (Jaket/Coat/Bolero) : Ready-to-wear, mass market
8. Baju Olahraga : Ready-to-wear, mass market

Keterangan tipe fashion atau tipe target market sebagai berikut :
1. Haute couture
Tipe Fashion didominasi, dirancang dan diproduksi pada ukuran yang dibuat khusus atau haute couture (bahasa Perancis untuk fashion tinggi), dengan pakaian masing-masing diciptakan untuk klien tertentu. Sebuah garmen couture dibuat berdasarkan pesanan untuk pelanggan individu, dan biasanya terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi, kain mahal, dijahit dengan perhatian yang ekstrim terhadap detail dan menyelesaikan, sering menggunakan waktu yang lebih lama, dibuat handmade dan dengan teknik tinggi. Konsumen dapat merasa cocok menjadi prioritas di atas biaya material dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat


2. Ready-to-wear :
Tipe Fashion Ready to wear adalah tipe yang berada antara haute couture dan pasar massal. Mereka tidak dibuat untuk pelanggan individu, tetapi perawatan besar diambil dalam pilihan dan memotong kain. Pakaian yang dibuat dalam jumlah kecil untuk menjamin eksklusivitas, sehingga mereka agak mahal. Siap-pakai koleksi biasanya disajikan oleh rumah mode setiap musim selama periode yang dikenal sebagai Fashion Week. Ini terjadi pada basis kota besar dan terjadi dua kali setahun. Musim utama Fashion Week meliputi, musim semi / musim panas, musim gugur / musim dingin, resor, berenang dan pengantin.


3. Mass market
Pasar massal melayani untuk berbagai macam pelanggan, memproduksi ditetapkan siap dengan nama yang terkenal di dunia fashion. Mereka sering menunggu musim untuk memastikan gaya akan menangkap sebelum memproduksi versi mereka sendiri dari tampilan aslinya. Dalam rangka untuk menghemat uang dan waktu, mereka menggunakan kain lebih murah dan teknik produksi sederhana yang dengan mudah dapat dilakukan oleh mesin. Produk akhir sehingga dapat dijual jauh lebih murah.


4. Tailoring
Penjahit melayani untuk beberapa konsumen yang ingin kualitas baju dan jahitan sesuai keinginan dan ukurannya diluar standart. Jadi Penjahit memberikan pelayanan ekstra untuk konsumen yang memerlukan baju dengan ukuran khusus, kain khusus, dan tambahan aksen-aksen baru yang menurun konsumen pas dipakai.

Dirangkum oleh Ayuna Kusuma

Pencapan Rol (Roller Printing) -Bahan Tekstil



Mesin pencapan rol diciptakan pada tahun 1785 oleh Thomas Bell. Penciptaan mesin ini sangat penting dalam perkembangan industri tekstil khususnya industri tekstil bidang pencapan. Pencapan rol adalah pencapan kontinyu, mesin pencapan ini menggunakan rol cetak beralur yang dipahat/diukur/digrafir pada permukaannya sesuai dengan pola. Rol cetak membawa pasta cap yang disuplaikan oleh rol penyuap dan selanjutnya pasta cap dipindahkan pada kain yang dicap, metoda pencapan rol dapat dilihat pada gambar di sebelah.


(A) Silinder utama, silinder ini dilapisi oleh kain tebal yang disebut lapping (B) lapping ini bentuknya bantalan dan akan menahan kain ketika kain dicap/diwarnai. Silinder utama berputar selama pencapan berlangsung dankain dicap melalui bagian ini.(H) adalah bak berisi pasta zat warna penyuplai rol cetak. (F) rol cetak (G) rol penyuap (Furnishing roller), rol ini bisa dibuat dari rol kayu yang dilapisi kain atau rol sikat, bagian bawah rol penyuap dicelupkan pada pasta cap dan pada saat berputar akan membawa pasta cap yang akan menyuplai rol cetak. Rol penyuap bersinggungan dengan rol beralur dan pada saat yang bersamaan pasta cap mewarnai seluruh permukaan rol cetak, pasta cap pada permukaan rol cetak selanjutnya dihilangkan dengan pisau baja yang disebut dengan colour doctor (J) bagian yang beralur harus terisi pasta sedangkan bagian rol yang rata harus bersih dari pasta cap.
Kain yang akan dicap diletakkan dibelakang mesin biasanya dalam bentuk rol ataupun lipatan, kain berjalan secara terus menerus melewati diantara rol pencapan dan blanket (c), blanket terbuat dari wol asli, tetapi sekarang blanket terbuat dari campuran poliester kapas yang anti air. Blanket pada dasarnya digunakan untuk menahan tekanan rol pencapan, blanket tidak berujung dan terus menerus berputar untuk menghilangkan dan mengeringkan tempat pencapan Kain pengantar/Back grey (D) diletakkan di antara kain yang dicap dengan blanket, kain pengantar berfungsi untuk menyerap kelebihan pasta cap dan menghindari terjadinya migrasi zat warna keluar motif. Kain pengantar juga membantu meningkatkan kestabilan kain yang dicap selama proses pencapan berlangsung terutama kain tipis dan kain sintetis.Jika kain pengantar/back grey akan dicuci sebelum digunakan kembali harus dilepaskan dari mesin dan dikeringkan, untuk pencapan kain secara kontinyu mesin dilengkapi ruang pengering pada bagian atas mesin, kain setelah dicap melewati unit silinder pengering atau ruang udara panas.
Setelah rol cetak mentrasfer pasta zat warna pada kain, kemudian rol tersebut dibersihkan oleh pisau pembersih dari kuningan yang disebut Doctor lint (K) tujuannya adalah untuk menghilangkan kotoran baik berupa potongan benang atau serat yang menempel pada permukaan rol agar benang maupun serat tidak bercampur dengan pasta zat warna, bila hal ini terjadi dimana benang atau serat bercampur dengan pasta cap menyebabkan terjadinya goresan-goresan warna pada kain yang tidak diinginkan,juga untuk mencegah penodaan warna oleh serat atau benang yang menempel pada permukaan rol cetak.
Pada mesin pencapan rol multi warna, rol cetak letaknya mengelilingi rol utama kedudukannya diatur sedemikian rupa sehingga pasta cap yang dicapkan pada kain tepat pada pola yang seharusnya dicapkan dan menghasilkan kombinasinya warna yang sempurna. Susunan skema mesin multi warna yang lengkap dengan blanket tak berujung, pencuci blanket dan pengering kain ditunjukan pada gambar berikut.


Disalin dari Buku Sekolah


Desain Baju


Berikut prinsip-prinsip desain baju (busana) disalin dari Mode OkRek.
Untuk dapat menciptakan desain yang lebih baik dan menarik perlu diketahui tentangprinsip-prinsip desain. Adapun prinsip-prinsip desain yaitu :
1. Harmoni
Harmoni adalah prinsip desain yang menimbulkan kesan adanya kesatuan melalui pemilihan dan susunan objek atau ide atau adanya keselarasan dan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda, atau antara benda yang satu dengan benda lain yang dipadukan. Dalam suatu bentuk, harmoni dapat dicapai melalui kesesuaian setiap unsur yang membentuknya.
2. Proporsi
Proporsi adalah perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain yang dipadukan. Untuk mendapatkan suatu susunan yang menarik perlu diketahui bagaimana cara menciptakan hubungan jarak yang tepat atau membandingkan ukuran objek yang satu dengan objek yang dipadukan secara proporsional.
3. Balance
Balance atau keseimbangan adalah hubungan yang menyenangkan antar bagian-bagian dalam suatu desain sehingga menghasilkan susunanyang menarik. Keseimbangan ada 2 yaitu :
a. Keseimbangan simetris atau formal maksudnya yaitu sama antara bagian kiri dan kanan serta mempunyai daya tarik yang sama.
Keseimbangan ini dapat memberikan rasa tenang, rapi, agung dan abadi.
b. Keseimbangan asimetris atau informal yaitu keseimbangan yang diciptakan dengan cara menyusun beberapa objek yang tidak serupa tapi mempunyai jumlah perhatian yang sama. Objek ini dapat diletakkan pada jarak yang berbeda dari pusat perhatian.
Keseimbangan ini lebih halus dan lembut serta menghasilkan variasi yang lebih banyak dalam susunannya.
4. Irama
Irama dalam desain dapat dirasakan melalui mata. Irama dapat menimbulkan kesan gerak gemulai yang menyambung dari bagian yang satu ke bagian yang lain pada suatu benda, sehingga akan membawa pandangan mata berpindah-pindah dari suatu bagian ke bagian lainnya. Akan tetapi tidak semua pergerakan akan menimbulkan irama.
Irama dapat diciptakan melalui :
a. Pengulangan bentuk secara teratur
b. Perubahan atau peralihan ukuran
c. Melalui pancaran atau radiasi
5. Aksen/center of interest
Aksen merupakan pusat perhatian yang pertama kali membawa mata pada sesuatu yang penting dalam suaturancangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menempatkan aksen :
a. Apa yang akan di jadikan aksen
b. Bagaimana menciptakan aksen
c. Berapa banyak aksen yang dibutuhkan
d. Dimana aksen ditempatkan
6. Unity
Unity atau kesatuan merupakan sesuatu yang memberikan kesan adanya keterpaduan tiap unsurnya. Hal ini tergantung pada bagiamana suatu bagian menunjang bagian yang lain secara selaras sehingga terlihat seperti sebuah benda yang utuh tidak terpisah-pisah. Misalnya leher berbentuk bulat diberi krah yang berbentuk bulat pula dan begitu juga sebaliknya.

Cara Mudah Mengukur Badan untuk Membuat Baju (menjahit pakaian / busana)


Ada dua cara mudah mengukur badan untuk membuat baju atasan atau dress panjang.
1. Dengan mengukur badan langsung.
2. Mengukur baju yang sudah jadi yang pas di badanAbaya Putri Nawa
Biasanya kita menggunakan satuan centimeter (cm)
1. Cara Mengukur Badan langsung.
Lebih mudah, kita minta bantuan teman untuk mengukur badan kita. Menggunakan meteran fleksibel seperti yang biasa dipakai penjahit. Jika hanya ada penggaris, kita bisa menggunakan tali dan panjangnya diukur dengan penggaris atau meteran biasa.
a. Lingkar Dada
___Meteran kita lingkarkan sekeliling badan melalui buah dada diukur pas lalu + 4cm
b. Lebar Punggung / Pundak
___Diukur dari batas tengah kerung lengan kiri sampai kanan
c. Lingkar Pinggang
___Diukur sekeliling pinggang +2cm
d. Lebar Bahu
___Diukur dari lekuk leher sampai pada ujung bahu
e. Lingkar Kerung Lengan
___Diukur sekeliling kerung lengan dari bawah ketiak lalu diselakan atau dimasukkan dua jari
f. Panjang Lengan Pendek
___Diukur dari ujung bahu sampai siku untuk lengan pedek, sampai panjang yang dikehendaki untuk lengan panjang.
g. Panjang baju
___Diukur dari ujung bahu/pundak sampai panjang baju yang dikehendaki
2. Mengukur Baju
Untuk lebih mudah mengukur sendiri, paling mudah menggunakan baju kita yang sudah ada yang paling pas di badan kita.
Coba salah satu baju yang paling nyaman dipakai, dilepas, lalu di gelar di lantai.
Siapkan meteran, atau dengan penggaris biasa juga bisa, jika menggunakan cara ini.
a. PUNDAK. ukur dari ujung pundak ke ujung pundak satunya. Jika dikehendaki lingkar leher tertentu (tidak standar), tambahkan panjang dari sambungan jahitan di krah sampai ujung pundak.
b. PANJANG TANGAN. ukur panjang tangan, dari ujung pundak, sampai panjang yang dikehendaki (bisa ditambah atau dikurangi dari contoh bajunya)
c. LEBAR DADA. lebar dada diukur pas sambungan dibawah ketiak
diukur lebarnya saja, (dikalikan dua juga bisa untuk mengetahui lingkarnya.
d. LEBAR PINGGANG. jika di bagian pinggang ukurannya beda, diukur juga. Akan lebih kecil dari dada untuk yang langsing.
Jika perutnya besar, lebih besar dari panggul atau dada, maka dibuat sama antara lebar pinggang dengan lebar dada atau pinggul.
e. LEBAR PANGGUL. ukur lebar bagian panggul, atau lebar ujung baju model atasan (blus, kemeja, dll)
f. PANJANG BAJU. Panjang baju diukur dari sambungan jahitan di krah (leher) atau bagian pundak, sampai panjang yang dikehendaki, bisa pas, dikurangi, atau ditambah.
g. Bagian lain yang perlu diukur jika diinginkan adalah lebar tangan. Diukur pada ujung tangan, dan jika diinginkan beda dari standar, pangkal lengan juga bisa diberi ukuran.
Jika ada yang perlu ditambahkan, mohon tulis komentar di bawah.

Teknik Pencapan pada Kain

Pencapan adalah suatu proses pemberian warna pada kain secara tidak merata sesuai dengan motif yang telah ditentukan dan hasilnya memiliki ketahanan luntur warna. Untuk mencapai hasil pencapan yang baik pada proses pencapan dibutuhkan kondisi yang spesifik, peralatan khusus dan desain yang sempurna, desain memiliki nilai seni yang tinggi dan biasanya diciptakan sebagai hasil karya seni.

Teknik pencapan intinya merupakan cara pemindahan desain dengan suatu peralatan tertentu yang diharapkan dapat menjamin mutu dan kualitas hasil pencapan.
Pada pencapan dapat digunakan bermacam-macam warna dan golongan zat warna dalam satu kain dan tidak saling mempengaruhi. Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam proses pencapan adalah sebagai berikut.



1. Pencapan blok (Block Printing)

Cetakan terbuat dari kayu atau logam tembaga dengan bagian motif yang menonjol. Zat warna dituang ataupun dipoles pada bantalan, selanjutnya alat cetak ditekankan pada bantalan yang sudah mengandung zat warna, kemudian dicapkan kepermukaan kain yang telah dipasang di atas meja cap. Jalannya kain dan alat cetak dilakukan secara manual oleh tangan.
Pencapan blok (Block Printing) peralatannya sangat simpel dan sederhana, cara ini sudah sejak lama dipergunakan, Pencapan blok sangat tidak efisien, tidak bisa untuk motif halus dan lembut, memerlukan biaya yang mahal, produksinya rendah + 10 m per jam, sehingga cara ini jarang dipergunakan. Pada industri batik pencapan blok banyak dilakukan, perbedaannya bukan pasta zat cap yang dicapkan pada kain tetapi lilin dicapkan pada kain, peralatan pencapan blok yang digunakan biasa disebut canting cap.


2. Pencapan semprot (Spray Printing)

Pencapan semprot banyak dilakukan untuk desain kasar terutama untuk mencap bahan – bahan yang terbuat dari kayu, logam, karung goni ataupun dari kain seperti untuk pembuatan spanduk. Cetakan terbuat dari kertas karton, lempengan logam, plastik, kayu, dan kasa/screen, gambar dibuat pada kertas kemudian dipindahkan pada lempengan logam, plastik, kayu, ataupun kertas karton menggunakan kertas karbon, selanjutnya bahan – bahan tersebut dilubangi dengan cutter sesuai dengan gambar.
Cetakan yang telah berlubang diletakkan di atas bahan yang akan dicap kemudian larutan zat warna / cat disemprotkan pada bahan melalui lubang alat cetak menggunakan alat semprot (Spray), bisa juga digunakan sikat untuk menyebarkan zat warna.

3. Pencapan rol (Roller Printing)
4. Pencapan kasa (Screen printing)
5. Pencapan kasa putar (Rotary screen printing)

Latihan dalam mengenal Pencelupan dan Pencapan pada bahan tekstil dan pencapan



Latihan dalam teori Pencelupan:
1. Mengidentifikasi serat tekstil
2. Mengidentifikasi benang tekstil
3. Mengidentifikasi zat warna direk, asam, dan basa pada bahan selulosa
4. Mengidentifikasi zat warna bejana, belerang, bejana belerang dan oksidasi pada bahan selulosa
5. Mengidentifikasi zat warna direk iring logam, direk iring formaldehid, naftol, azo yang tidak larut, zat warna yang diazotasi pada bahan selulosa
6. Mengidentifikasikan zat warna pigmen dan reaktif pada bahan selulosa
7. Mengidentifikasikan zat warna direk, asam, basa, komplek logam dan zat warna chrom pada bahan poliamida
8. Mengidentifikasikan zat warna bejana, dispersi, komplek logam, dispersi reaktif dan naftol pada bahan poliamida
9. Mengidentifikasikan zatwarna dispersi, kation, bejana,  pigmen dan zat warna yang dibangkitkan
10. Mengidentifikasikan zat warna direk, asam, basa, bejana, naftol,  reaktif, komplek logam, komplek lagam terdispersi dan mordam chrom
11. Mengidentifikasikan zat warna bubuk
12. Mengidentifikasikan zat pembantu tekstil “Zat Aktif Permukaan “

Praktek Pencelupan pada bahan tekstil dan pencapan:
1. Melakukan penghilangan kanji pada kai metoda Pad Batch menggunakan mesin Pad Rol
2. Melakukan pembakaran bulu pada kain menggunakan mesin bakar bulu konvensional
3. Melakukan pembakaran bulu pada kain metode simultan dengan penghilangan kanji menggunakan mesin bakar bulu
4. Melakukan pembakaran bulu pada kain menggunakan mesin bakar bulu konvensional
5. Melakukan pembakaran bulupada kain metode simultan dengan penghilangan kanji menggunakan mesin bakar bulu
6. Melakukan pemasakan benang atau kain menggunakan kier ketel
7. Melakukan pengelantangan kain metoda Pad Batch
8. Melakukan proses pengelantangan metoda kontinyu
9. Melakukan pemantapan panas (Heat Set) pada kain menggunakan mesin stenter
10. Melakukan pemerseran pada kain menggunakan mesin Chain Merserizing
11. Melakukan pemerseran padakain menggunakan mesin chainless merserizing
12. Melakukan proses Weigth Reduce metode diskontinyu (Batch) menggunakan mesin alkali tank
13. Melakukan proses Weigth reduce kain metode kontinyu menggunakan mesin J – Box / L - box
14. Melakukan pencelupan benang secara manual menggunakan bak celup
15. Melakukan pencelupan benang hank menggunakan mesin Celup Hank
16. Melakukan pencelupan benang dengan zat warna indigo metoda kontinyu menggunakan mesin Rope Dyeing
17. Melakukan pencelupan benang dengan zat warna indigo metoda kontinyu menggunakan mesin Loptex
18. Melakukan pencelupan kain metoda HT/HP menggunakan mesin Beam
19. Melakukan pencelupan kain metoda HT/HP menggunakan mesin Celup Jet
20. Melakukan pencelupan kain metoda HT/HP menggunakan mesin Package 21. Melakukan pencelupan benang metoda HT/HP menggunakan mesin Cone Dyeing.
22. Melakukan pencelupan kain menggunakan mesin Jigger
23. Melakukan pencelupan kain menggunakan mesin Winch
24. Mencuci kain menggunakan mesin washing range
25. Melakukan impregnasi kain menggunakan mesin Pad Dryer
26. Melakukan fiksasi pencelupan kain metoda alkali shock menggunakan mesin Alkali Shock
27. Melakukan fiksasi pencelupan kain metoda steaming menggunakan mesin Pad Steamer
28. Melakukan fiksasi pencelupan kain metoda batching menggunakan mesin Pad Roll
29. Melakukan fiksasi pencelupan kain metoda baking menggunakan mesin Pad Bake
30. Melakukan fiksasi metoda thermofiksasi menggunakan  mesin thermofiksasi (Baking atau Thermosol atau Curing)
31. Melakukan fiksasi dengan metoda steaming menggunakan mesin steamer alkali shock

Praktek dari teori Pencapan bahan tekstil:
1. Melakukan penimbangan zat warna dan zat pembantu
2. Pembuatan mask film menggunakan mesin afdruk
3. Melakukan penyiapan rotary screen Menyiapkan operasi proses penyiapan rotary screen
4. Melakukan pembuatan flat screen secara manual
5. Melakukan pembuatan flat screen menggunakan mesin stretching
6. Melakukan Coating pada flat screen secara manual
7. Melakukan coating pada rotary screen menggunakan mesin coating
8. Melakukan pemindahan gambar pada flat screen secara manual
9. Melakukan pemindahan gambar pada flat screen menggunakan alat exsposure
10. Melakukan pemindahan gambar pada rotary screen
11. Melakukan pemindahan gambar pada rotary screen Cam Wax Jet
12. Melakukan retusir dan hardening
13. Melakukan pembuatan pengental
14. Melakukan pembuatan pasta cap
15. Melakukan pencapan sablon
16. Melakukan fiksasi hasil printing metoda air hanging
17. Melakukan fiksasi hasil printing metoda steaming menggunakan mesin flash ageing
18. Melakukan fiksasi hasil printing metoda thermofiksasi menggunakan mesin Thermofiksasi (baking, thermosol, curing)
19. Melakukan fiksasi hasil printing metoda pad batch menggunakan mesin pad rol
20. Melakukan fiksasi hasil printing metoda steaming
21. Melakukan fiksasi hasil printing metoda HT steaming
22. Melakukan fiksasi hasil printing metoda pressure steaming
23. Melakukan fiksasi hasil printing metode wet development
24. Mencuci kain menggunakan mesin washing range

Ikuti (Blog batik ini) Via EMAIL :