1.5.
Pengelantangan
Pengelantangan adalah menghilangkan warna alami yang terdapat pada bahan
tekstil. Pembahasan pada proses pengelantangan meliputi jenis zat
pengelantang, pemilihan zat pengelantang, proses pengelantangan,
pemeriksaan larutan pengelantang, pemeriksaan hasil, penentuan konsentrasi
larutan, penentuan kandungan alkali, pemutih optik dan perhitungan
penyerapan larutan.
1.6.
Merserisasi
Merserisasi dilakukan sebelum proses pencelupan dan pencapan adalah untuk
menambah penyerapan bahan terhadap zat warna, menambah kilau. Dalam
proses merserisasi dibahas tentang tujuan, parameter proses merserisasi,
proses merserisasi dan proses daur ulang soda kostik.
1.7.
Pencelupan
Pencelupan adalah proses pemberian warna secara merata pada bahan tekstil
baik berupa serat, benang maupun kain. Pemberian warna tersebut dilakukan
dengan berbagai cara, bergantung pada jenis serat, zat warna dan mesin yang
digunakan.
Zat
warna tekstil masing–masing mempunyai sifat–sifat tertentu, baik sifat
tahan luntur maupun dalam cara pemakaiannya.
Dalam buku ini dibahas tentang jenis–jenis zat warna, klasifikasi zat warna,
pemilihan zat warna untuk pencelupan, mekanisme proses pencelupan dan
proses pencelupan dengan berbagai zat warna.
1.8.
Pencapan
Pencapan adalah proses pemberian warna setempat sesuai desain/motif yang
telah ditentukan. Dalam proses pencapan dibahas tentang ruang lingkup dan
tahapan–tahapan dalam proses pencapan yang meliputi :
1.8.1. Teknik pencapan yaitu spray printing, block printing, pencapan rol, flat
screen printing, rotary screen printing dan metoda pencapan.
1.8.2. Pembuatan pola/desain/gambar, pembuatan motif pada kasa datar (flat
screen), kasa putar (rotary screen) dan engraving.
1.8.3. Pembuatan pengental dibahas tentang persyaratan pengental, jenis
pengental dan cara pembuatan pengental.
1.8.4. Pembuatan pasta cap, dibahas tentang persiapan larutan zat warna,
persiapan pasta pengental dan viskositas pasta cap.
1.8.5. Pencapan pada bahan tekstil yang dibahas pada bagian ini adalah
tentang proses pencapan secara langsung maupun tidak langsung pada
berbagai jenis serat maupun zat warna.
Pencapan langsung meliputi pencapan pada bahan kapas dengan zat
warna direk, asam, reaktif, bejana, bejana larut, naphtol dan pigmen.
Pembahasan pencapan tidak langsung adalah pencapan rusak yaitu
pencapan yang dilakukan dengan cara merusak warna dasar
sedangkan pencapan rintang adalah pencapan dengan zat perintang
untuk menghalangi penyerapan zat warna masuk pada bahan.
Selain dibahas tentang pencapan pada bahan kapas dibahas pula
tentang pencapan pada serat protein dan serat sintetik dan serat
campuran.
1.8.6.
Fiksasi hasil pencapan
Fiksasi hasil pencapan dibahas tentang berbagai metoda fiksasi yang
meliputi fiksasi hasil pencapan metoda pengangin-anginan (air
hanging), pengukusan (steaming), thermofiksasi dan metoda wet
development.
1.8.7.
Pencucian kain hasil pencapan
Pencucian hasil pencapan dibahas tentang pencucian dengan
menggunakan mesin washing range.
Selain dibahas pencapan pada
1.9.
Membatik
Batik merupakan proses pembuatan disaian menggunakan zat perintang
berupa malam/lilin dengan nilai seni yang tinggi dengan cara ditulis
menggunakan canting atau kuas selanjutnya diberi warna.
Pada proses ini dibahas peralatan
batik, cara pelekatan malam/lilin, pemberian
warna, jenis – jenis zat warna yang dapat digunakan.
1.10.
Pengujian Hasil Pencelupan dan Pencapan
Pengujian hasil pencelupan dan pencapan merupakan bagian dari tahapan
produksi proses pencelupan dan pencapan untuk mengetahui keberhasilan
dalam proses tersebut.
Pengujian hasil meliputi proses pengujian daya serap
kain, pengujian kekuatan
kain, dan grading kain.